SEMARANG, suaramerdeka.com – Usia 43 tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah fasilitas kesehatan. Di usia matang ini, RSIA Anugerah Semarang mengambil langkah tegas. Rumah sakit ibu dan anak ini membuktikan kualitasnya lewat ujian berat akreditasi nasional.
Langkah ini dilakukan menggunakan instrumen Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES). Acuannya jelas. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor KMK HK.01.07/MENKES/1128/2022 menjadi landasan utamanya.
Penilaian ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Proses evaluasinya berjalan ketat dan menyeluruh.
Lembaga independen di bawah pengakuan Kemenkes RI turun langsung menguliti mutu layanan rumah sakit. Hasilnya? RSIA Anugerah Semarang sukses menyapu bersih standar nasional. Sebanyak 13 Indikator Mutu Nasional Rumah Sakit sukses dipenuhi. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022.
Berbagai aspek krusial lolos uji ketat. Mulai dari kepatuhan kebersihan tangan hingga penggunaan alat pelindung diri. Ketepatan identitas pasien juga menjadi sorotan utama dalam penilaian ini. Tidak hanya itu. Aspek kecepatan layanan turut diuji di lapangan.
Waktu tanggap operasi emergensi dipatok kurang dari 30 menit. Sementara waktu tunggu rawat jalan wajib di bawah 60 menit. Kepatuhan waktu visite dokter juga tak luput dari pengawasan ketat. Pelaporan hasil kritis laboratorium berjalan presisi. Begitu pula dengan kepatuhan penggunaan formularium nasional serta alur klinis atau clinical pathway.
Keselamatan pasien adalah harga mati. Upaya pencegahan risiko pasien jatuh menjadi prioritas. Kecepatan penanganan komplain hingga tingkat kepuasan pasien turut dihitung. “Tak kalah penting, aspek keselamatan pasien juga menjadi perhatian utama,” ujar Sri Rejeki, HRD RSIA Anugerah.
Direktur PT Anugerah Indra Meditama, Mandy Adriani Tutuarima, angkat bicara. Pemilik RSIA Anugerah ini menilai usia 43 tahun adalah pijakan penting untuk berbenah. Analisis data dari proses ini menjadi kunci keputusan ke depan. “Rumah sakit dapat melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” tegas Mandy.
Kebanggaan juga dirasakan oleh lini depan pelayanan. Selly, salah satu customer service, menyebut pencapaian ini cerminan nyata kepuasan pasien. Hal senada diungkapkan Rista selaku Kepala Ruangan. Standar akreditasi memastikan setiap tindakan medis aman dan sesuai prosedur. Keselamatan pasien tetap nomor satu. Direktur RSIA Anugerah, Indra Adi Susianto, memberikan penegasan akhir.
Kualitas tidak hanya diukur dari megahnya fasilitas. Konsistensi menjaga standar adalah kunci utamanya. “Pelayanan yang aman, cepat, dan berorientasi pada pasien bukan lagi sekadar target,” tutup Indra. ***