Kolposkopi adalah suatu metode diagnosis untuk menentukan penyebab abnormalitas yang ditemukan pada pap smear. Kolposkopi dilakukan dengan uji secara visual pada serviks. Metode ini relatif sederhana dan tidak menimbulkan rasa sakit; biasanya memakan waktu 10-15 menit.

Kolposkopi cukup mirip seperti pap smear, namun ada beberapa perbedaan penting di antara keduanya. Pada kolposkopi, serviks akan diberikan asam asetat sehingga sel-sel akan terisi oleh air sehingga cahaya tidak akan menembus sel-sel tersebut. Selanjutnya serviks akan dilihat menggunakan kolposkop. Alat ini cukup besar, berupa mikroskop elektrik dan diposisikan kira-kira 30 cm dari vagina. Cahaya terang di ujung kolposkop memungkinkan pengamatan pada serviks.

Pengamatan difokuskan pada bagian yang tak dilewati oleh cahaya; bagian yang berwarna putih menandakan adanya sel-sel yang berpotensi mengakibatkan kanker (cervical dysplasia). Semakin putih artinya semakin tinggi juga risiko yang dihadapi. Kolposkop juga dapat digunakan untuk mengamati perubahan pada pembuluh darah, hal ini masih berhubungan dengan dysplasia.

     

Menggunakan kolposkop, bagian yang abnormal dilihat secara menyeluruh, sampel atau biopsi diambil dari bagian abnormal yang paling putih dan selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk dievaluasi. Kemudian, kolposkopi biasanya dilanjutkan dengan cryosurgery. Apabila abnormalitas tidak dapat dideteksi seluruhnya karena bagian yang abnormal sudah menyebar, diperlukan prosedur lain seperti Cone Biopsy atau LEEP.

Anda dapat menghubungi kami via Whatsapp Klik Di Sini
Toggle Bar