Lima sampai sepuluh persen wanita yang berusia 12-51 tahun mengalami PCOS.

Apa penyebab PCOS?

Penyebab pasti dari PCOS belum diketahui sampai saat ini. Wanita yang menderita PCOS sering kali memiliki ibu atau saudara yang juga menderita PCOS. Namun belum ada bukti yang kuat untuk mengatakan adanya pengaruh keturunan genetik pada penyakit ini. Sebagian besar dari wanita dengan PCOS, memiliki masalah pada berat badan. Para peneliti mencari hubungan antara PCOS dan produksi insulin pada tubuh. Insulin adalah hormon yang mengatur konversi gula dan nutrisi lainnya untuk menjadi energi pada tubuh. Karena wanita dengan PCOS cenderung memproduksi insulin terlalu banyak, ada kemungkinan bahwa ovarium memproduksi juga androgen (hormon pria) terlalu banyak. Hal ini dapat menimbulkan jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, penambahan berat badan, dan masalah ovulasi.

Mengapa wanita penderita PCOS memiliki masalah dengan siklus menstruasi?

Ovarium adalah dua organ kecil, masing-masing berada di kanan dan kiri uterus. Ovarium wanita mempunyai folikel, yaitu kantung kecil yang berisi cairan untuk menahan posisi ovum (sel telur). Kantung ini juga dapat disebut dengan kista. Setiap bulan, sekitar 20 sel telur diproduksi, namun biasanya hanya satu yang tetap tumbuh. Setelah satu sel telur tumbuh, folikel mulai mengakumulasi cairan untuk mempertahankan posisi sel telur. Setelah sel telur cukup matang, folikel melepaskan sel telur untuk selanjutnya disalurkan ke tuba falopi untuk dilakukan pembuahan. Proses pelepasan sel telur oleh folikel disebut sebagai ovulasi.

Pada wanita dengan PCOS, ovarium tidak memproduksi semua hormon yang dibutuhkan untuk membuat sel telur benar-benar matang. Walaupun sel telur tersebut tumbuh dan folikel memproduksi cairan, tidak ada sel telur yang menjadi cukup besar dan justru masih berbentuk kista. Karena tidak ada sel telur matang yang dilepaskan, ovulasi tidak terjadi dan hormon progesteron juga tidak diproduksi. Tanpa progesteron, siklus mestruasi menjadi tidak teratur atau bahkan tidak ada. Kista pun tetap memproduksi hormon-hormon pria yang menghambat proses ovulasi.

Apa saja gejala PCOS?

Berikut adalah gejala PCOS :

  • Siklus menstruasi yang jarang, tidak ada, juga perdarahan yang tidak teratur
  • Kesulitan untuk mengandung
  • Tumbuh rambut di wajah, dada, perut, punggung, ibu jari, atau jari kaki
  • Jerawat, wajah berminyak, atau ketombe
  • Nyeri di daerah panggul
  • Penambahan berat badan atau obesitas, biasanya ada penambahan massa di sekitar pinggang
  • Diabetes tipe 2
  • Kolesterol tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Adanya pola kebotakan pria atau rambut yang menipis
  • Bercak tebal dan gelap di sekitar leher, lengan, payudara, atau paha
  • Lipatan kulit berlebih di ketiak dan area leher
  • Mendengkur berlebihan dan nafas sempat terhenti ketika tidur (sleep apnea)

Apa langkah yang diambil untuk melakukan diagnosis PCOS?

Belum ada metode uji yang pasti untuk mendiagnosis PCOS. Dokter akan menganalisis rekam media, melakukakan pemeriksaan fisik –kemungkinan  termasuk USG, pemeriksaan hormon dan kadar gula di dalam darah. Jika Anda memproduksi terlalu banyak hormon pria, dokter akan menganalisis lagi kaitannya dengan PCOS. Pada pemeriksaan fiik, dokter akan mengevaluasi area pertumbuhan rambut, maka biarkan rambut tersebut harus dibiarkan tumbuh beberapa hari sebelum pemeriksaan (apabila ada). Selama pemeriksaan panggul, ovarium mungkin akan membesar dan membengkak karena bertambahnya kista. Hal ini dapat dilihat dengan lebih mudah menggunakan USG, dalam mengamati kista dan endometrium (lapisan rahim). Apabila lapisan tersebut lebih tebal, maka belum ada siklus haid yang teratur.

Bagaimana menangani PCOS?

Karena belom ada cara yang pasti untuk menyembuhkan PCOS, maka yang dapat dilakukan adalah mencegah masalah lebih lanjut. Penanganan didasarkan pada gejala yang muncul pada tiap pasien dan keinginan pasien untuk hamil atau kebutuhan kontrasepsi. Berikut adalah beberapa macam penanganan PCOS :

  • Pil pengendali kelahiran.

Untuk wanita yang tidak ingin hamil, pil ini ada dapat mengatur siklus menstruasi, mengurangi tingkat hormon pria, dan membantu menghilangkan jerawat. Bagaimanapun, pil ini tidak dapat menyembuhkan PCOS. Siklus menstruasi akan kembali menjadi abnormal jika berhenti mengkonsumsi obat. Mungkin beberapa wanita terpikir untuk mengkonsomsu pil yang mengandung progesteron saja, misalnya Provera, untuk mengatur siklus menstruasi dan mencegah masalah pada endometrium. Namun, progesteron saja tidak dapat mengurangi jerawat dan pertumbuhan rambut.

  • Obat-obatan Diabetes.

Metformin, atau disebut juga Glucophage, biasanya digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2, juga dapat digunakan untuk meredakan gejala PCOS. Metformin mempengaruhi insulin dalam pengolahan glukosa dan mengurangi produksi testosteron. Pertumbuhan rambut yang abnormal akan berkurang dan ovulasi akan terjadi setelah konsumsi selama beberapa bulan. Pengobatan ini tidak akan menyebabkan munculnya diabetes.

  • Obat-obatan kesuburan.

Masalah utama kesuburan pada wanita dengan PCOS adalah minimnya ovulasi. Meskipun begitu, sperma dari pihak pria juga harus diperiksa dan begitu tuba falopi wanita, untuk memastikan bahwa semuanya siapa ketika pengobatan berjalan. Clomiphene dan Gonadotropins dapat digunakan untuk merangsang ovulasi. Penderita PCOS memiliki resiko lebih tinggi untuk melahirkan anak kembar ketika mengambil pengobatan ini. In Vitro Fertilization (IVF) juga dapat digunakan mengontrol jumlah kelahiran kembar. Metformin dapat dikonsumsi selama pengobatan kesuburan dan membantu wanita dengan PCOS untuk berovulasi dengan dosis pengobatan yang lebih rendah.

  • Obat-obatan penambah rambut dan hormon pria

Jika wanita tidak ingin hamil, ada beberapa obat-obatan yang dapat mengurangi pertumbuhan rambut-rambut abnormal. Spironolactone adalah obat tekanan darah yang dapat mengurangi hormon pria berkaitan dengan pertumbuhan rambut. Propecia adalah obat yang dikonsumsi oleh pria untuk mengobati kebotakan, adalah salah satu obat yang juga berfungsi sama pada wanita penderita PCOS. Keduanya sebaiknya tidak dikonsumsi pada saat hamil masih mungkin karena akan mempengaruhi perkembangan janin laki-laki. Penanganan lain seperti elektrolisis dan laser penghilang rambut juga dapat berfungsi efektif. Penanganan hormon juga dapat dilakukan.

Meskipun tidak direkomendasikan sebagai penanganan pertama untuk kasus ini, operasi yang disebut ovarian drilling dapat dilakukan untuk merangsang ovulasi. Dokter akan membuat sayatan tipis di atas atau di bawah pusar, dan kemudian memasukkan instrumen kecil yang berfungsi seperti teleskop ke dalam abdomen. Alat ini disebut laparoskop. Dokter kemudian menusuk ovarium dengan jarum kecil yang mengalirkan arus listrik untuk menghancurkan sebagai ovarium. Prosedur ini berisiko menyebabkan adanya jaringan parut pada ovarium. Operasi ini secara umum menurunkan kadar hormon pria dan membantu ovulasi. Namun efeknya hanya akan bertahan beberapa bulan. Perawatan ini tidak dapat mengobati tumbuhnya rambut-rambut abnormal dan kebotakan di kepala.

  • Berat badan yang sehat

Memelihara berat badan adalah cara lain yang dilakukan wanita untuk mengatasi PCOS. Karena obesitas adalah hal yang umum terjadi pada pengidap PCOS, diit yang tepat dan aktivitas fisik dapat menjaga berat badan, yang lebih kanjut menurunkan kadar gula darah, menggunakan insulin lebih efisien, dan normalisasi siklus menstruasi. Bahkan penurunan berat badan sebanyak 10% dapat mendukung keteraturan siklus mensturasi.

Bagaimana PCOS mempengaruhi wanita yang sedang hamil?

Pada pengidap PCOS ditemuk kemungkinan yang lebih tinggi untuk terjadi keguguran, diabetes gestasional, tekanan darah tinggi pregnancy-induced, dan lahir prematur. Peneliti masih mempelajari bagaimana obat-obatan, metformin, mencegah atau menurunkan kemungkinan adanya masalah-masalah tersebut semasa hamil.

Apakah PCOS mengakibatkan wanita berada pada masalah yang lain?

Pengidap PCOS dapat berada risiko yang lebih tinggi dalam terjadinya beberapa masalah lain. Siklus menstruasi yang tidak teratur dan tiadanya ovulasi menyebabkan wanita memproduksi hormon estrogen, tidak progesteron. Tanpa progesteron, yang menyebabkan endometrium untuk luruh tiap bulannya (menstruasi), endometrium menjadi lebih tebal, yang selanjutnya berakibat perdarahan berat atau perdarahan yang tidak teratur. Terkadang, hal ini juga berujung pada endometrial hyperplasia atau kanker. Pengidap PCOS memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Mendeteksi dan menangani sejak dini dapat menurunkan risiko-risiko tersebut.

Search

Article by Date

« December 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Recommended Links


This is a service of the U.S. National Library of Medicine and the National Institute of Health. The most relevant information about cysts.
Links



The article on ovarian cysts in the resource is quite comprehensive.
Links



For those wanting simple layman language this site is ideal.
Links

Anda dapat menghubungi kami via Whatsapp Klik Di Sini
Toggle Bar