Apa yang menyebabkan wanita mengalami infertilitas?

Hal ini biasanya terjadi ketika ada masalah pada ovulasi, kelainan pada tuba fallopi / rahim, atau ada masalah pada serviks (leher rahim). Usia juga dapat mempengaruhi kesuburan pada wanita, semakin tua usianya, semakin rendah kesuburannya. Masalah pada ovulasi dapat disebabkan oleh hal-hal berikut :

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Tumor atau kista
  • Gangguan pola makan seperti anorexia atau bulimia
  • Penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang
  • Masalah pada kelenjar tiroid
  • Kelebihan berat badan
  • Stres
  • Olahraga intensif yang menyebabkan rendahnya lemak tubuh
  • Siklus menstruasi yang singkat

Kelainan pada tuba fallopi atau rahim dapat disebabkan oleh hal-hal berikut :

  • Radang panggul
  • Infeksi lain sebelumnya
  • Polip pada rahim
  • Endometriosis atau fibroid
  • Jaringan parut atau adhesi
  • Masalah kesehatan kronis
  • Operasi untuk pengangkatan tuba fallopi

Abnormalitas pada lendir serviks juga dapat mempengaruhi kesuburan, karena dapat mencegah sperma mencapai sel telur atau setidaknya membuat sperma lebih sulit mendekati sel telur.

Bagaimana cara melakukan diagnosis infertilitas pada wanita?

Pemeriksaan melibatkan analisis rekam medis dengan memperhatikan faktor-faktor potensial yang dapat mempengaruhi kesuburan. Penyedia layanan kesehatan akan melakukan beberapa dari prosedur berikut untuk memeriksa keseburan wanita :

  • Uji urine atau darah untuk memeriksa keberadaan infeksi atau masalah pada hormon
  • Analisis sampel lendir dan jaringan pada serviks untuk mengetahui adanya proses ovulasi

Dapat dilakukan juga diagnosis laparaskopi untuk memeriksa adanya penyumbatan, adhesi, ataupun jaringan parut. Penggunaan x-ray pada tuba falopi juga dapat dilakukan untuk memeriksa adanya penyumbatan. Hal ini dapat dilakukan dengan menginjeksi cairan berwarna biru melalui leher rahim ke tuba falopi. Injeksi tersebut dilakukan untuk membantu proses pengamatan pada x-ray.

Bagaimana cara menangani infertilitas pada wanita?

Infertilitas pada wanita biasanya ditangani dengan metode konvensional, di antaranya :

  • Konsumsi hormon untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon, endometriosis, dan siklus haid pendek
  • Konsumsi obat untuk merangsang ovulasi
  • Konsumsi antibiotik untuk mengatasi infeksi
  • Pembedahan minor untuk menghilangkan penyumbatan atau jaringan parut pada tuba falopi, uterus, atau daerah panggul.

Apakah ada langkah preventif yang dapat dilakukan?

  • Hindari penyakit seks menular
  • Hindari obat-obatan terlarang
  • Hindari konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Menjaga kebersihan diri dan mengutamakan kesehatan

Kapan saya harus menghubungi RSIA Anugerah?

  • Perdarahan yang tidak biasa
  • Rasa nyeri di sekitar perut
  • Demam
  • Rasa nyeri ketika berhubungan intim
  • Luka atau gatal di sekitar vagina
  • Keputihan yang tidak biasa

Search

Article by Date

« December 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Recommended Links


This is a service of the U.S. National Library of Medicine and the National Institute of Health. The most relevant information about cysts.
Links



The article on ovarian cysts in the resource is quite comprehensive.
Links



For those wanting simple layman language this site is ideal.
Links

Anda dapat menghubungi kami via Whatsapp Klik Di Sini
Toggle Bar